Live Report · Our Experience · Report · Trend

Durian Menyatukan Kami

– Durian Trip Series – Part 2

Saya paling seneng provokasi, memang bukan jagonya sih. Masih beginner lah yang beginian. Harus belajar sama yang dah expert. Gak apa-apa dong kalau provokasinya untuk kebaikan, kebaikan dunia akhirat pula. Provokasi kanan kiri, atas bawah, abis itu depan belakang, demen banget dah. Inilah provokasi yang membangun, (bukan hoax yang membangun ya… 🤭). Intinya positif aja dulu deh, jangan negatif. Think positive!

Siang itu, Sabtu (6/1) giliran kami memenuhi undangan walimah seorang kerabat, dan memang undangan walimah itu senjata paling ampuh untuk silaturahmi atau reuni kecil-kecilan. Biasanya saudara, kerabat, atau kawan, yang sudah lama tak jumpa, berjumpa kembali di acara-acara semacam ini. Begitulah daya tariknya. Dan ternyata dengan pertemuan singkat, kadang berbuah menjadi berbagai macam peluang, peluang dunia akhirat. Lagi, Think Positive!

Pesona macet ibukota Jakarta, apalagi daerah timur di weekend ini, begitu luar biasa. Jarak 10 kilo-an kurang lebih, habis pula waktu satu jam di jalan. Artinya, kecepatan rata-rata mobil hanya 10 km/jam. Lambat sekali ya. Tapi bukan itu intinya, justru judulnya silaturrahim. Maka itulah obat pelipur duka macet ibu kota. Kata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Masih ragu sama power of silaturahminya? Sok atuh buktikan sendiri. Rasakan sensasinya. Then, Think Postitive!

Ceritanya di resepsi kemarin, ada suatu provokasi yang nyata hasilnya. Gaya provokasi zaman now, modal update status, atau upload story WhatsApp ataupun instagram, share tulisan via blog atau tumblr, and yang paling ampuh share foto dan tulisan ringan ke grup di WhatsApp. Belajar ilmu provokasinya dari Mr. Marjo, tokoh penggerak yang punya mimpi membayar hutang negara dengan nyangkul dan ngebun. Ya, saya belajar provokasi durian ala Marjo. Dan efektif ternyata, hehe.

Setelah ngobrol ini itu, maklumlah “Yok makan durian! Masih ada 5 biji.” Begitulah dengan logat minangnya. Sayang lidah minang saya ga terlatih. Orapopo, bisuak pulang kampuang nan lamo, balaja jo nativenyo.

Makan di mana Pak Etek?”

(FYI aja nih ya, buat yang ora ngarti) Pak Etek itu sama seperti Paklek ala wong jowo, atau Mamang ala urang Sunda, ya sebutan untuk memanggil Om kita. Baidewey, Pak le sama keponakannya ini seumuran. Temen main kecil pula. Tapi tanah rantau lah yang memisahkan. Luar biasa lah pokoknya, keturunan kita juga…. buanyak.

Skip. Skip.

“Di mana makannya Pak Etek?”

“Di rumah, di Pondok Kopi,” Jawab Pak Etek.

“Wah boleh-boleh Pak Etek.” Semua sepakat sore itu, setelah pertemuan yang sangat singkat meluncur ke Pondok Kopi untuk menyantap durian. Bukan cuma omong, apalagi ekspetasi, kami betul kumpul di Pondok Kopi. Alhamdulillah.Menikmati sabtu sore bersama durian Marjo, (eh durian Bangka. 😂)

Luar biasa ya durian marjo. Pesonanya itu lho, gak nahan. 😎

WhatsApp Image 2018-01-08 at 22.47.42
Makan durian dengan Makan Bajamba ‘ala minang’ yang menyatukan keberagaman

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Silaturahim itu banyak manfaatnya. Apalagi bonusnya durian. (eh durian mulu sih?!!$&%#🤬😡) Jangan lupa silaturahim itu niatkan ibadah. Ya pahalanya dapat, apalagi berkahnya.

Semoga ga bosan ya silaturahimnya. 😎😇
Silaturahim ini bukan sekedar silaturahim durian. Lebih dari itu. Silaturahim kita silaturahim karena kita bersaudara, masih satu keluarga besar Ummu Kaltsum. Semoga Allah menjaga selalu, di mana pun, kapan pun.

26195340_1568473043199885_958589753684239208_n
Seni membelah durian

Semoga rasa sayang kita dibangun semua karena Allah semata.

Sekian.
Afifi Marzuki Muslim.
Bandara International Soekarno Hatta, 8 Januari 2018.

Durian Trip Series :
#1 Durian Paradise
#2 Durian Menyatukan Kami


📷 Instagram : uda_afif
✏ Twitter : @uda_afif || Ask.fm : Uda_Afif
🎥 YouTube : Afifi Marzuki Muslim
👨🏼‍💻🌏
afifimarzuki.tumblr.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s