Fiqh

Ku Sebut Namamu dalam Doaku

بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين. أما بعد

Ikhwanii fillah…
Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin, yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam semesta, baik itu hewan, tumbuhan, juga sesama manusia. Agama yang mengajarkan kesantunan budi, kehalusan sikap dan perangai, penjagaan terhadap tutur kata serta pandangan mata. Senantiasa memelihara senyum penuh kasih dengan siapa saja sesama muslim, yang mengajarkan untuk menahan marahnya, melarang bermuka masam di hadapan saudaranya dan menganjurkan menghilangkan jauh jauh rasa jengkel atau kesal dalam hati.

Kalau kita sebutkan satu persatu kemuliaan Islam tidak pernah akan habis disebut. Kenapa demikian? Itu karena Islam adalah agama yang sempurna, mengatur semua hal dalam kehidupan ini. Jika ingin sempurna Islam seseorang masuklah ke dalam Islam secara total dan menyeluruh tidak tengah-tengah atau bahkan sangat kurang.

Insya Allah pada kesempatan kali ini akan kita coba kupas sedikit masalah yang menunjukkan kemulian Islam yaitu saling mendoakan dalam islam. Kita semua pasti sering kok melakukannya, ada yang simpel dan mudah kok, itulah salam, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Doa itu senjata paling ampuh yang kita punya. Allah ta’ala berfirman :

{اُدعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ}

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan (QS. Ghafir : 60)

Yuk Saling Mendoakan!

Dalam ajaran Islam, diajarkan bagaimana kita berdoa tidak hanya untuk diri sendiri. Namun juga untuk saudara kita seiman dan seaqidah. Subhanallah, indah bukan? Dari awal kita sudah diberi kode untuk dapat mendoakan sesama dan tentunya mendoakan dalam bentuk kebaikan. Amalan ini menjadi bukti sempurnanya iman seseorang.

Silakan perhatikan ayat berikut ini, Allah ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Wahai Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menafsirkan ayat tersebut, bahwa ayat ini merupakan doa untuk seluruh kaum mukminin yang terdahulu. Doa ini dipanjatkan oleh Kaum Muhajirin dan Anshar untuk mendoakan kebaikan untuk saudaranya sesama mukmin meskipun mereka tidak hadir di hadapan mereka tanpa sepengetahuan mereka. Inilah yang dimaksud oleh para ulama di dalam kitabnya dengan Ad Du’a bi Zhahril Ghaib, yaitu doa yang dilakukan tanpa kehadiran orang yang didoakan dan juga tanpa sepengetahuannya.

Keutamaan Saling Mendoakan

Suatu hari, seorang laki-laki datang ke negeri Syam, kemudian ia ingin bertemu dengan Abu Darda` radhiallahu ‘anhu di rumahnya namun beliau tidak ada dan hanya mendapati Ummu  Darda`. Ummud Darda` berkata, “Apakah kamu ingin pergi haji tahun ini?” Orang tersebut menjawab, “Ya.” Ummud Darda` mengatakan, “Doakanlah kami dengan kebaikan. Karena sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)

Kisah di atas menggambarkan keutamaan mendoakan saudara kita seiman tanpa sepengetahuannya. Allah dan Rasul-Nya memotivasi kita, ummat islam, untuk selalu mendoakan saudara kita yang lain. Bahkan Allah mengutus malaikat untuk mengaminkan doa kita. Doa malaikat adalah doa yang mustajabah, dikabulkan. Tidak hanya sangat mustajab, tetapi juga kita akan mendapatkan hal yang sama. Inilah sunnah hasanah yang Rasul ajarkan kepada kita. Dengan ini terbangunlah cinta dan kasih sayang sesama muslim. Bahkan, menunjukkan kesempuraan iman. Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Jangan Salah Kaprah, Ya!

Memang sih, saling mendoakan itu bagian dari syi’ar Islam. Tapi, terkadang masih disalahpahami oleh kita. Kita lihat fenomena – fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Mungkin kita termasuk bagian dari mereka. Antara syi’ar Islam dengan kehidupan barat itu tidak bisa dibenturkan. Salah satunya fenomena “milad” atau ulang tahun.

Kita semua sudah paham tentunya, ulang tahun bukan bagian dari syi’ar Islam justru bertentangan dengan apa yang dibawa oleh Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ok, kita tidak mengucapkan, “happy birthday yaa…” atau “wish you all the best…” Tapi, kita mengucapkan, “barakallahu fii umrik ya akhii…” ketika hari ulang tahun saudara kita. Boleh – boleh saja sih kan intinya saling mendoakan. Tapi yang dipermasalahkan pengkhususan doa itu pada milad saudara kita. Ibadah itu sifatnya tauqifiy, artinya harus ada dalil yang menjelaskan bahwa ibadah itu disyariatkan. Nah, apakah ada dalil yang  menjelaskan tentang hal tersebut? Justru tidak, bahkan bertentangan dengan syi’ar Islam. Jadi, kalau mau mendokan teman kita, jangan terbatas pada waktu tertentu. Tapi, doakan pula pada waktu – waktu yang lain.

Inilah Islam, yang mengajarkan kita bagaimana membangun keimanan di atas cinta dan kasih sayang. Semoga kita semua bisa istiqomah di atas jalan yang haq ini dalam menjalankan sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu ta’ala a’lam bishawab. Akhuukum, Ibn Muslim Afifi Marzuki Muslim.

Iklan

2 thoughts on “Ku Sebut Namamu dalam Doaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s